Apa yang dimaksud Hernia ?


Apa yang dimaksud Hernia ?

Hernia berasal dari bahasa Latin, herniae, yaitu menonjolnya isi suatu rongga melalui jaringan ikat tipis yang lemah pada dinding rongga. Dinding rongga yang lemah itu membentuk suatu kantong dengan pintu berupa cincin. Gangguan ini sering terjadi di daerah perut dengan isi yang keluar berupa bagian dari usus.

Hernia yang terjadi pada anak-anak, lebih disebabkan karena kurang sempurnanya procesus vaginalis untuk menutup seiring dengan turunnya testis atau buah zakar. Sementara pada orang dewasa, karena adanya tekanan yang tinggi dalam rongga perut dan karena faktor usia yang menyebabkan lemahnya otot dinding perut.


Hernia adalah penyakit yang terjadi ketika ada organ dalam tubuh yang menekan dan mencuat melalui jaringan otot atau jaringan di sekitarnya yang lemah. Otot kita biasanya cukup kuat untuk menahan organ-organ tubuh sehingga tetap di
lokasinya masing-masing. Melemahnya otot tersebut hingga tidak dapat menahan organ di dekatnya akan mengakibatkan hernia.

Berdasarkan terjadinya, hernia dibagi atas :

  1. hernia bawaan (kongenital)
  2. hernia yang didapat (akuisita)

Jenis-jenis hernia juga umumnya terbagi berdasarkan letaknya, yaitu:

Hernia inguinalis yang terjadi saat ada sebagian usus atau jaringan lemak di rongga perut yang mencuat ke selangkangan. Ini merupakan jenis hernia yang paling sering terjadi dan pria memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya.

Hernia femoralis yang terjadi saat ada jaringan lemak atau sebagian usus yang mencuat ke bagian atas paha bagian dalam. Risiko wanita untuk terkena penyakit ini lebih tinggi daripada pria.

Hernia umbilikus yang terjadi saat ada jaringan lemak atau sebagian usus mendorong dan menonjol di dinding abdomen, dekat pusar. Jenis hernia ini bisa dialami oleh bayi akibat lubang besar tali pusat yang tidak tertutup dengan sempurna setelah bayi lahir. Sedangkan pada orang dewasa, pemicu hernia jenis ini adalah adanya tekanan berlebihan pada abdomen.

Hernia insisi yang terjadi saat ada jaringan yang mencuat lewat luka operasi yang belum sembuh pada abdomen.  Hernia ini termasuk salah satu risiko komplikasi pada operasi bagian perut.

Hernia epigastrik yang terjadi saat ada jaringan lemak yang mencuat keluar dan menonjol pada dinding abdomen, di antara pusar dan tulang dada bagian bawah.

Hernia otot yang terjadi saat ada sebagian otot yang mencuat pada abdomen. Jenis hernia ini juga dapat terjadi pada otot kaki akibat cedera berolahraga.

Hernia hiatus yang terjadi saat ada bagian lambung yang masuk lewat celah pada diafragma (sekat antara rongga dada dan rongga perut) dan mencuat ke rongga dada. Meski terkadang tanpa gejala, nyeri ulu hati (rasa sakit atau tidak nyaman pada dada yang biasanya muncul setelah makan) merupakan indikasi yang mungkin terjadi jika mengalami hernia ini.

Hernia Spigelian yang terjadi saat ada sebagian usus mendorong jaringan ikat perut (Spigelian fascia) dan menonjol di dinding perut depan kiri atau kanan bawah pusar.

Hernia diafragma yang terjadi saat ada organ perut yang berpindah ke rongga dada melalui celah pada diafragma. Sama seperti hernia umbilikus, hernia ini juga bisa dialami oleh bayi akibat pembentukan diafragma yang kurang sempurna.

Sedangkan menurut sifatnya, ada hernia

1. reponibel : bila isi hernia dapat keluar masuk dalam waktu yang singkat.
2. hernia irreponibel : bila isi kantung hernia tidak dapat dikembalikan ke dalam rongga
3. strangulata : bila terdapat keluhan nyeri, biasanya karena terjepitnya pembuluh darah
4. incarserata : terdapat tanda obstruktif, sperti tidak bisa buang air besar, tidak bisa buang angin dan terdapat nyeri
5. hernia akreta : jika tidak ada keluhan rasa nyeri ataupun tanda sumbatan usus akibat perlekatan tersebut.

Ada banyak faktor yang diduga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk mengalmai hernia. Ada pun faktir0faktir
berikut :

1. Kehamilan yang akan meningkatkan tekanan dalam perut
2. Mengangkat bebean yang berat secara tiba- tiba
3. Kelebihan berat badan atau obesitas
4. Batuk yang berkepanjangan
5. Penumpukan cairan di dalam abdomen ( rongga perut)
6. Penambahan usia
7. Riwayat keluarga penyakit hernia
8. Lahir prematur atau berat badan lahir rendah
9. Pria lebih sering mengalami hernia dibandingka wanita


Gejala yang akan dapat dirasakan oleh penderita hernia adalah : 
Munculnya benjolan biasanya diperut atau selangkan yang dapat hilang timbul terutama saat batuk atau mengedan.

Mulai sekarang jagalah selalu tubuh anda, agar tetap sehat...

Testimoni  Hernia sembuh dengan Melakukan Terapi Minyak Varash Classic Healing Oil



Untuk testimoni lainnya bisa di buka >>> Minyak Varash Classic Healing Oil<<<

Posting Komentar

ARTIKEL MENARIK LAINNYA